Kita ketahui bersama bahwa gelar Ph.D. atau PhD atau bahasa latinnya philosophiƦ doctor
adalah gelar bergengsi
dan gelar tertinggi yang bisa di dapatkan oleh manusia yang diberikan
manusia (tentunya selain gelar alm.). Yang artinya adalah Guru Filosofi
atau filsuf atau juga sering dengan julukan Dr.Phil. Banyak universitas
yang menambahkan program kelulusan master ini. Namun di Indonesia tentu
merupakan suatu hal yang sulit di dapatkan.
Seorang
kandidat untuk mendapatkan gelar Ph.D. haruslah mengajukan desertasi
atau thesis yang merupakan bidang ilmu yang sangat dikuasainya dan
kandidat tersebut harus membela thesisnya dihadapan para penguji. Para
penguji biasanya memberikan beberapa pertanyaan, yang diharapkan jawaban
yang didapat adalah sesuatu hal yang baru bagi ilmu pengetahuan dan
dapat diterima dan dapat dipertanggung jawabkan. Dan pertanyaannya
bukanlah sesuatu hal yang mudah bahkan sangat sulit untuk diketemukan
jawabannya, butuh biaya minimal Rp 20 juta dan bereksperimen dari 3 – 5
tahun untuk mendapatkan jawabannya dari pertanyaan yang diajukan
tersebut.[ii]
Terkadang
dari kalangan akademisi muslim maupun non-muslim banyak yang ragu atau
malu mengutip ayat ayat dari Al-Quran untuk mendukung penelitiannya.
Jangankan untuk mendapat gelar Phd untuk gelar D3 S1 S2 tidak banyak
yang berani mengutip penelitiannya lewat Al-Quran. Karena dianggap
tendensius agama tertentu dibandingkan sebagai sumber ilmu pengetahuan.
Namun pendapat ini telah digugurkan oleh penelitian yang dilakukan oleh
DR.Zaid Kasim Mohammad Ghazzawi. Bahwa suatu keniscayaan mengutip
Al-Quran sebagai bahan penelitian di bidang yang dikuasainya.
Pengalaman mendapatkan gelar Ph.D dengan bersumber inspirasi jawaban dari Al-Quran ini dialami oleh DR.Zaid Kasim Mohammad Ghazzawi[iii] dalam penelitiannya untuk mendapatkan gelar Ph.D di Britain. Beliau adalah ahli dalam bidang ilmu BioMekanik. Zaid Kasim
menunjukkan betapa Allah SWT membimbingnya untuk mendapatkan jawabannya
dalam Al-Quran dalam beberapa menit dibandingkan bertahun tahun lamanya
mencari ilmunya dari orang lain.
Pertanyaannya untuk gelar Ph.D nya adalah :
“Apakah muatan dasar dari tulang manusia?”
Sepertinya
pertanyaan ini adalah untuk menemukan bahan dasar dari tulang manusia
semenjak tulang memiliki fungsi pergerakan dan fungsi psikologis (figur
1) dan sepertinya ada struktur ketika bahan dasar tulang itu terbentuk
dari 3 muatan yaitu : Kompresi (tekanan), tensi (tegangan), atau bending
(bengkokan) (figur 2). Jadi bahan muatan yang manakah dari ketiga bahan
tersebut yang ada di tulang ketika terjadi pergerakan?


Munculnya
pemikiran tentang struktur mesin tulang manusia dimulai sejak abad 1900
(lebih dari 100 tahun dari sekarang) dan belum ada pernyataan dan
jawaban resmi hasil penelitian dari pertanyaan tersebut di atas. Padahal
jawaban untuk pertanyaan tersebut di atas adalah sangat penting dalam
kepentingan bidang system prosthetic, sehingga jika telah diketahui
tulang manusia termuat bahan tertentu, maka bagian prosthetic tulang
bisa didesain untuk mengoptimalkan muatan tulang tersebut sehingga bisa
meningkatkan kekuatan tulang setelah dilakukan implant dan meminimalisir
dari risiko kerusakan tulang.
Jawabannya telah ada di abad 14 yang lalu (lebih dari 500 tahun dari sekarang) dari Al-Quran :
Allah SWT
Yang Maha Pengampun memberitahukan beliau tentang jawaban dari
pertanyaan yang telah eksis 100 tahun yang belum ada jawaban tersebut.
Beliau dalam waktu beberapa menit sebelumnya memulai dari mengambil dua
ayat dalam Al-Quran dengan sangat hati hati. Seperti dalam surat Ar-Rahman ke 55 ayat ke 14 yang menyatakan :
“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar”
Yang
demikian jika kita mengambil pengertian secara hati hati dari ayat ini
dan tidak melulu sekedar menceritakan tentang bahwa Allah SWT
mengajarkan kepada kita bahwa Dia membuat kita dari bahan materi tanah
(Dalam hal ini seperti Materi bahan tanah Keramik ) yang menjadi bahan
dasar pembuatan tembikar dan oleh karena itu kita bisa mengambil
kesimpulan bahwa tulang manusia terbuat dari bahan dasar tanah keramik.
Kesimpulan ini telah dibuktikan dengan eksperimen seperti dalam figur 4.
Figur 4 : Kesamaan yang sempurna dari proses respon tulang dan proses respon keramik.
Seperti
terlihat dalam figur 4, bahwa proses respon tulang untuk menjadi tulang
kuat sangat indentik dengan proses respon bahan keramik untuk menjadi
keramik yang kuat. Sekarang sebuah materi keramik bisa menjadi pokok
pembelajaran dalam bahan tekanan proses kompresi, tensile, flexural dan
pertanyaan sebelumnya tersebut yang masih menyisakan pertanyaan yang
belum terjawab yaitu:
“Dari ketiga proses tekanan tersebut, manakah yang berada di tulang manusia?”
Dan jawaban untuk pertanyaan ini juga terdapat di dalam Al-Quran dalam Surat :At-Tin 95:4 yang menyatakan :
“Sungguh , kami menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya”
Sepertinya
Allah SWT ingin mengajarkan kita bahwa Dia menciptakan manusia dalam
keadaan yang paling optimal dengan maksud bahwa tulang manusia dibentuk
dengan proses yang paling optimal atau maksimal yang menunjukkan tingkat
kekakuan dan kekuatan maksimal, Kemudian dengan mengetahui bahwa
keramik juga merupakan hasil kompress bahan tanah dengan tingkat
kekakuan dan kekuatan maksimal, maka dari itu kita bisa menyimpulkan
bahwa bahan pembentuk tulang adalah dengan kompress.Dan inilah jawaban
dari pertanyaan tersebut yang lama dinanti nantikan di dunia science
selama 100 tahun.
Lebih lanjut lagi dengan modelling Komputer :
Dengan
bimbingan Allah SWT untuk menunjukkan bahwa bahan tulang manusia telah
terkompress, beliau membuat modelling komputer tulang rahang bawah
manusia.
Setelah
membuat model tulang rahang manusia seperti dalam figur 5, beliau
menambahkan otot otot dan kekuatan lainnya secara menyeluruh dalam
gerakan mengunyah seperti dalam figur 6 :
Setelah
langkah modelling dan mengunyah dalam figur 6, komputer telah
mengkalkulasikan tekanan secara umum di dalam model tulang rahang
tersebut dan hasilnya bisa dilihat dalam figur 7 yang menunjukkan bahwa
tekanan di dalam tulang adalah tekanan kompress, yang sangat tepat
ditarik kesimpulannya dengan Al-Quran.
Hal ini
menunjukkan wahai sister brother, bagaimana Allah SWT mengajarkan kita
semua tentang segala hal melalui Al-Quran yang merupakan suatu
kebanggaan dan kehormatan bagi mereka yang meyakini. Banyak orang
berbicara adanya Gap ilmu pengetahuan antara kaum muslimin dan kaum
barat, namun demikian, kita bisa melihat dalam artikel ini bahwa Allah
SWT tidak saja menghilangkan Gap tersebut tapi juga memberikan
pembelajaran dari orang orang yang yakin kepada yang lainnya. Dan alasan
mengapa kaum muslimin sekarang di dalam dunia keterbelakangan adalah
karena mereka meninggalkan Al-Quran ke padang pasir.
Tentu saja
Allah SWT juga menginginkan bahwa dengan adanya ilmu pengetahuan ini
diharapkan dapat menarik perhatian bagi mereka yang ragu tentang
Al-Quran dan jalan lurusNYA. Ini seperti ketika orang-orang non muslim
menemukan dirinya belajar tentang ilmu permesinan dan semua cabang ilmu
pengetahuan dari Al-Quran dan kemudian mereka akan menemukan
kebahagiaan di dalam kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya. Dan ini
menunjukkan kebenaran firman Allah SWT dalam ayat 53 surat ke 41 (Fussilat) yang menyatakan :
“Kami akan memperlihatkan
kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada
diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu
adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi
atas segala sesuatu?”